Memodernisasikan
Parlemen Melalui Peranan Anggotanya
Matahari
pagi menyapa pesisir barat selatan provinsi Aceh, petani dan nelayan siap
melakukan aktifitas mereka sebagai pejuang ketahanan pangan di Republik
Indonesia yang tercinta ini. Seolah mereka tak pernah lelah untuk terus
berjuang demi keluarga dan ketahanan pangan Negara. Pantai Barat Selatan
Aceh meliputi beberapa kabupaten yang
bisa di katakana sebagai kabupaten atau kota yang tertinggal daripada kabupaten
atau kota di pesisir utara dan timur provinsi Aceh, seperti Kota Lhokseumawe ,
Kabupaten Bireun dan lain – lain. Contoh kabupaten atau kota di Aceh Bagian
barat dan selatan yang dapat dikatakan sebagai daerah yang dikategorikan
tertinggal yaitu Kabupaten Aceh Selatan, Kabupaten Simeulu, Kabupaten Gayo Lues
dan lain – lain. Mereka yang berdomisili di daerah barat selatan Aceh banyak
yang menuntut hak mereka yaitu kesejahteraan dan pembangunan berkelanjutan di
daerah mereka. Mereka menganggap bahwa daerah nya tersebut jauh dari sentuhan
pembangunan yang berkelanjutan baik itu dari provinsi Aceh itu sendiri dan dari
pemerintah pusat. Menurut mereka pembangunan di provinsi Aceh, hanya terfokus
pada pesisir utara dan timur Aceh. Mereka selama ini telah banyak menyampaikan
banyak aspirasi mereka kepada Dewan Perwakilan Rakyat( DPR) Provinsi maupun DPR
Pusat, tetapi tidak ada respon dan tanggapan yang positif yang diberikan oleh
Lembaga Perwakilan Rakyat tersebut, yang seharusnya menjadi kewajiban bagi
mereka yang duduk di bangku perwakilan tersebut.
Dewan
Perwakilan Rakyat yang seharusnya memiliki kewajiban menampung dan
menindaklanjuti aspirasi masyarakat dan rakyat tetapi apa yang seharusnya
menjadi kewajiban nya belum banyak dirasakan sejak era reformasi ini
berlangsung. Mereka hanya menikmati apa yang diberikan Negara oleh nya tetapi
mereka tidak dapat melihat apa yang ia telah lakukan dan ia hasilkan kepada
Negara. Contoh nya saja, mereka saat rapat paripurna banyak anggota DPR yang tidak
hadir, padahal mereka sedang memutuskan sebuah keputusan untuk masa depan
bangsa Indonesia.
Sebuah
permasalahan dan anggapan negatif masyarakat tentang kinerja DPR semakin
bermunculan. Permasalahan di negeri ini tidak akan segera tuntas apabila
pemerintah tidak memodernisasi kinerja DPR sebagai pusat penampungan aspirasi
masyarakat. Berdasarkan sumber
berita “ Pro Haba” yang menuliskan “Menurut Ketua DPR RI
Setya Novanto, memodernisasikan parlemen ada beberapa langkah yang harus
ditempuh yaitu prinsip Transparansi, Teknologi Informasi, Representasi,
Penguatan Legislasi, Sarana Dan Prasarana dan Sistem pendukung”. Menurut penulis rakyat sangat
menginginkan prisip tersebut segera diterapkan.
Prinsip
Transparansi yaitu keterbukaan informasi publik, sehingga masyarakat mudah
dalam mengakses berbagai informasi mengenai DPR. Prinsip Teknologi Informasi
yaitu sebuah prinsip yang dapat memudahkan anggota DPR saling bertukar pikiran
dan berdialog dengan masyarakat yang berdomisili di luar ibukota Negara. Prinsi
Representasi yaitu dapat memperkuat kewajiban DPR sebagai penampung dan
penindaklanjut aspirasi masyarakat. Prinsip Penguatan Legislasi yaitu prinsip
yang harus diterapkan DPR sebagai pusat Legislasi di Indonesia agar tercipta
nya Undang – undang yang berkualitas tinggi. Prinsip Sarana Dan Prasarana yaitu
DPR menfasilitasi para penuntut aspirasi rakyat seperti daerah atau tempat
khusus bagi pendemo.
Alasan
mengapa penulis mencantumkan daerah bagian Aceh Barat – Selatan yaitu karena
apabila penulis menjadi anggota DPR RI jadi otomatis penulis merupakan anggota
DPR RI dari daerah pemilihan Aceh I yang meliputi kawasan pantai Barat- Selatan
Aceh. Sangat banyak problematika yang dihadapi oleh masyarak di daerah ini.
Daerah barat – selatan sering dinomor dua kan oleh Pemerintah. Masyarakat
banyak menuntut pembangunan yang berkelanjutan di daerah mereka. Aspirasi dari
masyarakat pun bertaburan di meja perwakilan rakyat di Aceh maupun di Pusat.
Permasalahan mereka seolah tak memiliki titik akhir. Permasalahan yang vital di
kawasan barat selatan Aceh yaitu masalah pembangunan infrastruktur di berbagai
desa atau gampong. Contoh nya saja seperti pembangunan jalan, kita bisa melihat
perbedaan yang cukup signifikan di
bagian kualitas nya, jalan di pesisir utara dan timur Aceh dapat dikatakan
layak daripada jalan yang ada di daerah barat selatan Aceh. Contoh lain nya
adalah jalan penghubung antara ibukota Aceh Selatan dengan Kecamatan Kluet
Tengah, padahal Kluet Tengah yang beribukotakan Manggamat sangat terkenal
dengan penghasil emas dan batu cincin nya yaitu “Kecubung Mega” . Kesejahteraan
desa pun jarang diperhatikan oleh Pemerintah, contoh nya desa Buloh Seuma di
Kabupaten Aceh Selatan yang sampai sekarang belum dialiri aliran listrik,
masyarakat setempat sudah menuntut daerah mereka agar segera dialiri listrik,
padahal desa Buloh Seuma adalah penghasil madu hutan terbesar di Aceh Selatan
dan sudah dipatenkan oleh kabupaten itu sendiri.
Jika
saya menjadi anggota DPR terutama nya anggota DPR RI yang pertama saya lakukan
adalah mengetahui dan mencari tahu akar permasalahan yang timbul dan
mengakibatkan efek yang cukup berat terhadap kelancaran aktifitas masyarakat
menuju masyarakat yang sejahtera. Apabila seorang yang mewakili rakyat di
kancah nasional tidak mengetahui permasalahan yang mendasar di daerah yang
diwakilinya maka otomatis aspirasi rakyat yang sebenarnya ditampung dan
ditindak lanjuti oleh DPR maka aspirasi tersebut sia – sia karena mereka tidak
mengetahui akar permasalahan nya. Kita dapat mengetahui permasalahan yang
sedang terjadi di daerah yang rakyat nya kita wakili dengan cara dialog dan
berbincang – bincang sejenak dengan aktivis daerah serta pemuka adat di daerah
tersebut. Juga apabila anggota DPR tersebut tidak bisa pergi ke daerah tersebut
mereka dapat melakukan dialog dan berbincang melalui media sosial dan hal ini
sesuai dengan harapan nasional untuk menjadikan DPR sebagai parlemen modern.
Partisipasi masyarakat juga sangat diperlukan karena apabila masyarakat banyak
yang bersikap pasif dalam politik berakibatkan terhambatnya proses DPR menuju
parlemen modern karena dalam cita – cita nasional tersebut adanya prnsip
representasi, dan apabila saya menjadi anggota DPR saya akan membuat sistem
kerja saya dengan slogan “ Menuju Sukses Dengan Partisipasi Masyarakat”. Apabila ada
rakyat yang berdemo menuntut terealisasi nya aspirasi mereka maka saya bersedia
berbicara mengemukakan hal – hal yang menurut saya penting dan saya bersedia
memfasilitasi mereka dengan mengajukan pembangunan ruang khusus berdialog
dengan pendemo, dan hal tersebut termasuk cara agar dapat memodernisasi kan
parlemen. Lalu saya akan berusaha dengan anggota DPR yang lain agar hasil
keputusan dan segala yang bersangkutan dengan penyusunan Rancangan Undang –
Undang (RUU) tersebut di publikasi kepada khalyak dan tidak ada yang
disembunyikan, sesuai dengan prinsip Transparansi DPR menuju parlemen modern.
Saya juga akan berusaha dengan anggota DPR yang lain agar dapat serius
merumuskan RUU yang dibutuhkan oleh masyarakat sekarang dan hasil RUU tidak
terus diterapkan di publik melainkan diujicoba beberapa waktu kepada masyarakat
dan apabila RUU tidak sesuai dengan apa yang diharapkan maka saya akan
bersikeras menuntut RUU tersebut dihapus, dan hal ini merupakan salah satu
prinsip DPR menuju parlemen modern yaitu prinsip Legislasi. Penyusunan rencana
Anggaran tahunan juga harus diperhatikan oleh anggota DPR karena hal tersebut
sangat mempengaruhi masa depan bangsa dan hal tersebut sangat vital, sang
anggota DPR tidak boleh asal – asalan menentukan rancangan anggaran dan hal
tersebut harus sesuai dengan kebutuhan bangsa kedepan, apabila hal ini
dirumuskan secara tidak benar maka Negara akan menanggung kerugian yang besar.
Rancangan anggaran ini pun harus dapat di publikasikan kepada umum, dan saya
akan mengusahakan hal tersebut dilaksanakan.
Apabila
saya menjadi anggota DPR maka saya bersedia di kritik dan di beri masukan oleh
yang lebih muda dan lebih tua dari saya, kritikan dan masukan sangat penting
untuk masa depan bangsa, dimana yang harus dibenahi dan apa yang harus
dibenahi. Saya memprioritaskan untuk menerima masukan dari kalangan mahasiswa,
aktivis, wartawan, ulama, pemuka adat dan rakyat kecil. Saya beranggapan bahwa
mereka lah yang banyak mengerti
permasalahan dan mereka lah suara termuni dari hati rakyat. Lalu disela kesempatan,
saya akan membuat situs internet khusus mengenai kehidupan saya dan memberikan
kolom kritikan dan saran, kolom kritikan dan saran tersebut bebas di tulis oleh
setiap kalangan masyarakat.
Oleh
karena itu peranan anggota DPR dalam menampung dan menindaklanjuti aspirasi
masyarakat sangat penting dan hal ini merupakan dasar terpecah kan nya setiap
permasalahan yang dikeluhkan oleh rakyat. Setiap peranan anggota DPR dalam
menampung dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat mempunyai relasi yang sangat
erat kaitan nya dengan prinsip DPR menuju parlemen yang modern. DPR menuju
parlemen yang modern dapat dimulai dari peran anggota nya yang menanamkan
prinsip memodernisasi parlemen. Jadi apabila saya menjadi anggota DPR maka saya
akan sepenuhnya menanamkan prinsip memodernisasi parlemen menuju parlemen yang
modern.
0 komentar:
Posting Komentar